Proses Membuat Areng
| kayu ditumpuk dalam tobong |
Areng kayu, dipilih sebagai bahan bakar memasak bagi orang-orang tertentu yang sangat menghargai cita rasa Jawa. Konon, memasak dengan areng kayu bisa lebih enak. Tentu, untuk membedakan kualitas masakan yang menggunakan areng kayu dengan bahan bakar minyak atau gas sangat sulit. Dibutuhkan lidah pencecap rasa yang barangkali penilaiannya subyektif. Namun, faktanya tidak sedikit orang mampu di Jawa justru memilih areng kayu untuk memasak sehari-hari. Ini tidak saja menyangkut anggaran belanja, namun juga kesabaran menunggu masakan menjadi matang. Jadi, areng kayu bukan masalah apa yang dimasak. Tetapi, soal cita rasa. Belakangan, bahkan semakin banyak catering menggunakan areng kayu sebagai bahan bakar. Seperti ada pengaruh positif yang sulit dijelaskan.
| tumpukan kayu ditutup rapat dan dibakar |
Apa pun asumsi dan argumentasinya, areng kayu dibuat juga dengan kesabaran dan ketelatenan membakar kayu. Dibutuhkan waktu tiga hari untuk membuat kayu menjadi areng. Sementara itu, kualitas areng kayu juga dipengaruhi oleh jenis kayunya. Areng kayu terbaik berasal dari kayu yang keras. Namun, bukan kayu jati. Melainkan kayu pohon asem. Lalu, bagaimana prosesnya?
| pembongkaran areng yang sudah jadi |
Pertama, kayu dipotong-potong supaya bisa masuk ke alat pembakaran yang di Jawa biasa disebut tobong. Kayu ditumpuk dengan menyisakan rongga di bawahnya sebagai tempat memasukkan api. Sementara itu, tumpukan kayu ditutup rapat dengan pasir atau tanah liat dan dedaunan. Jika bocor, kayu akan terbakar habis menjadi abu. Bayangkan, selama tiga hari tiga malam pembakaran kayu harus ditunggu supaya tidak terjadi kebocoran.
Sesudah kayu menjadi areng, lalu didinginkan. Proses mendinginkan tidak boleh direndam ke dalam air, karena bisa mempengaruhi kualiats areng.
Ternyata pakai di tutup pakai pasir dan harus selama 3hri ...
BalasHapusRibet juga yaaa